Oase Stabilitas di Tengah Gejolak: Serda Hadi Aryanto Pastikan Harga Sembako Haurgeulis Tetap "Beku", Warga Bersyukur!
Mei 30, 2026
INDRAMAYU – Di tengah kabar burung mengenai potensi kenaikan harga bahan pokok yang sering kali meresahkan masyarakat, Kecamatan Haurgeulis justru menampilkan wajah berbeda. Pada Sabtu pagi, 30 Mei 2026, Pasar Daerah Haurgeulis menjadi saksi bisu dari ketenangan ekonomi warga berkat kehadiran prajurit TNI yang sigap. Serda Hadi Aryanto, anggota Koramil 1615/Haurgeulis, melaksanakan kegiatan pemantauan harga sembako secara menyeluruh, mulai dari pasar tradisional hingga kios-kios toko di wilayah tersebut. Hasilnya? Sebuah kabar menggembirakan: seluruh komoditas strategis terpantau stabil dan "harga tetap".
Kegiatan yang dimulai pukul 08.30 WIB ini bukan sekadar rutinitas administratif, melainkan sebuah operasi jaminan rasa aman bagi daya beli rakyat. Serda Hadi Aryanto turun langsung menyapa para pedagang, mengecek label harga, dan memastikan tidak ada permainan harga yang merugikan konsumen. Tujuannya jelas: mengawasi kestabilan, mencegah penimbunan, serta mendukung kebijakan stabilisasi harga pemerintah. Kehadiran Babinsa di pasar memberikan efek psikologis yang kuat; pedagang enggan menaikkan harga seenaknya, dan pembeli merasa terlindungi dari eksploitasi pasar.
Daftar harga yang dicatat oleh Serda Hadi Aryanto menunjukkan konsistensi yang luar biasa. Beras medium, kebutuhan pokok utama, masih dijual di harga sangat terjangkau, yakni Rp 13.000 per kilogram. Minyak goreng, yang sering menjadi indikator inflasi, juga stabil di angka Rp 17.000 per kilogram. Jagung dan kedelai lokal masing-masing terpantau di harga Rp 13.000 dan Rp 10.000 per kilogram. Gula pasir, bumbu wajib dapur Indonesia, dihargai Rp 17.500 per kilogram.
Untuk kategori bumbu dapur dan protein, stabilitas juga terjaga dengan baik. Bawang merah dijual seharga Rp 30.000 per kilogram, sementara bawang putih di angka Rp 40.000 per kilogram. Telur ayam, sumber protein murah meriah, stabil di Rp 32.000 per kilogram. Daging ayam potong dihargai Rp 35.000 per kilogram, dan daging sapi, sebagai komoditas premium, tetap di level Rp 140.000 per kilogram. Fakta bahwa semua harga tersebut "tetap" tanpa adanya tanda panah naik, menjadi bukti nyata bahwa pasokan di wilayah Haurgeulis sangat lancar dan tidak ada gangguan distribusi berarti.
"Kami hadir untuk memastikan bahwa rakyat kecil tidak terbebani oleh fluktuasi harga yang tidak wajar. Selama tidak ada alasan fundamental seperti kelangkaan stok, harga harus tetap bersahabat," tegas Serda Hadi Aryanto saat berdialog dengan seorang ibu rumah tangga yang sedang berbelanja beras. Sikap humanis dan transparan yang ditunjukkan oleh Serda Hadi mendapatkan apresiasi tinggi dari para pedagang maupun pembeli.
Tujuan dari pemantauan ini juga mencakup peningkatan transparansi dan akuntabilitas pasar. Dengan adanya pengawasan rutin dari aparat kewilayahan, praktik-praktik curang seperti pengurangan timbangan atau markup harga mendadak dapat diminimalisir. Hal ini sejalan dengan upaya pemerintah daerah dalam menjaga kesejahteraan masyarakat melalui pengendalian inflasi tingkat lokal.
Situasi selama kegiatan berlangsung aman, tertib, dan kondusif. Interaksi antara Serda Hadi Aryanto dengan elemen pasar berlangsung hangat, mencerminkan sinergi positif antara TNI dan masyarakat. Kegiatan ini berakhir dengan kesimpulan bahwa Kecamatan Haurgeulis berhasil mempertahankan zona stabilitas harga, sebuah prestasi yang patut dijaga terus-menerus.
Langkah proaktif Serda Hadi Aryanto ini menjadi contoh nyata bagaimana peran TNI dalam Operasi Militer Selain Perang (OMSP) memberikan dampak langsung terhadap hajat hidup orang banyak. Dengan harga sembako yang terkendali, masyarakat Haurgeulis dapat fokus pada aktivitas produktif lainnya tanpa dibayangi kecemasan akan mahalnya biaya hidup. Sinergi antara Koramil 1615/Haurgeulis, pemerintah kecamatan, dan pelaku pasar ini adalah kunci keberhasilan dalam menciptakan ekosistem ekonomi yang sehat dan berkeadilan. Semoga stabilitas ini terus terjaga, menjadikan Haurgeulis sebagai wilayah percontohan ketahanan pangan di Kabupaten Indramayu.
