HEADLINE
Mode Gelap
Artikel teks besar

Operasi Logistik Raksasa di Sukra: Peltu Wargana Kawal 1.356 KPM, Sinergi TNI-Polri-Pemdes Sukses Salurkan Ribuan Paket Banpang Tanpa Celah


INDRAMAYU – Sebuah operasi logistik kemanusiaan berskala besar berhasil dilaksanakan dengan sempurna di Kecamatan Sukra, Kabupaten Indramayu. Pada Sabtu pagi, 30 Mei 2026, Gedung Olahraga (GOR) Serbaguna Desa Sukra berubah menjadi pusat distribusi bantuan pangan yang ramai namun tertib. Sebanyak 1.356 Kepala Keluarga Penerima Manfaat (KPM) antre secara teratur untuk menerima bantuan sosial pemerintah tahun 2026. Di balik kelancaran distribusi ribuan paket sembako ini, terlihat sosok prajurit TNI yang sigap dan berwibawa, Peltu Wargana, Babinsa Desa Sukra, yang memimpin langsung pendampingan lapangan bersama unsur Forkopimda dan perangkat desa.

Kegiatan yang dimulai pukul 09.00 WIB hingga selesai ini menyalurkan bantuan berupa 20 kilogram beras dan 4 liter minyak goreng untuk setiap keluarga. Dengan jumlah penerima mencapai lebih dari seribu kepala keluarga, tantangan utama dalam kegiatan ini adalah menjaga ketertiban, keamanan, dan kecepatan layanan agar tidak terjadi penumpukan atau kerusuhan. Namun, berkat koordinasi solid antara TNI, Polri, dan Pemerintah Desa, suasana tetap kondusif dan humanis sepanjang hari.

Peltu Wargana hadir bukan hanya sebagai simbol keamanan, tetapi sebagai manajer lapangan yang memastikan alur distribusi berjalan efisien. Ia berkoordinasi erat dengan Kuwu Desa Sukra, Ibu Marhama, serta jajaran perangkat desa seperti Sekretaris Desa Bapak Amsore, Lurah Bapak Usman, Kasi Pemerintahan Bapak Dayat, dan Tata Usaha Bapak Aris. Kehadiran Babinkamtibmas, Bripka Mulyadi Atim, juga memperkuat aspek keamanan, menciptakan sinergi "Tni-Polri Bersatu" yang memberikan rasa tenang bagi warga. Selain itu, petugas dari Bulog, Bapak Rizky, turut hadir untuk memastikan kualitas dan kuantitas beras yang disalurkan sesuai standar.

"Pendistribusian kepada 1.356 keluarga membutuhkan manajemen kerumunan yang baik. Kami membagi area antrean, memprioritaskan lansia dan disabilitas, serta memastikan verifikasi data berjalan cepat tanpa mengorbankan akurasi," jelas Peltu Wargana saat memantau proses penyerahan bantuan. Sikap tegas namun ramah yang ditunjukkan oleh Peltu Wargana berhasil meredam potensi kepanikan dan menjaga martabat para penerima bantuan.

Ibu Marhama, selaku Kuwu Desa Sukra, menyampaikan apresiasi mendalam atas dukungan penuh dari Koramil dan Polsek. "Tanpa kehadiran Pak Peltu Wargana dan Pak Bripka Mulyadi, mustahil kami bisa melayani sebanyak ini dengan lancar. Kolaborasi ini adalah bukti nyata bahwa pemerintahan desa tidak berjalan sendiri, tetapi didukung oleh kekuatan negara yang hadir untuk rakyat," ujarnya.

Setiap KPM menerima paket bantuan dengan lengkap dan dalam kondisi baik. Wajah-wajah lega dan ucapan syukur terdengar dari berbagai penjuru GOR Serbaguna. Bagi banyak warga Sukra, bantuan 20 kg beras dan 4 liter minyak ini sangat berarti untuk meringankan beban ekonomi di tengah situasi inflasi global. Kegiatan berlangsung aman dan lancar hingga akhir, tanpa adanya insiden berarti atau keluhan signifikan dari masyarakat.

Keberhasilan penyaluran bantuan pangan di Desa Sukra ini menjadi model ideal bagi desa-desa lain di Kabupaten Indramayu. Sinergi tripartit antara TNI (Peltu Wargana), Polri (Bripka Mulyadi), dan Pemdes (Ibu Marhama dkk.) membuktikan bahwa ketika elemen-elemen kunci bangsa bekerja sama, pelayanan publik dapat dilakukan dengan efektif, transparan, dan berkeadilan.

Langkah proaktif Peltu Wargana dan jajarannya ini merupakan wujud nyata dari peran TNI dalam Operasi Militer Selain Perang (OMSP), khususnya dalam bidang bantuan kemanusiaan dan stabilitas sosial. Dengan menjamin tersalurkannya bantuan negara kepada rakyat kecil, TNI turut memperkuat legitimasi pemerintah dan meningkatkan kepercayaan publik terhadap institusi negara. Semoga semangat kolaborasi ini terus terjaga, menjadikan Desa Sukra sebagai contoh desa tangguh yang warganya merasa dilindungi dan diperhatikan oleh negara.
Posting Komentar