HEADLINE
Mode Gelap
Artikel teks besar

Sertu Kadani Temukan Fakta Mengejutkan di Pasar Singakerta! Harga Daging, Telur dan Bawang Kompak Melonjak


Indramayu – Lonjakan harga sejumlah kebutuhan pokok kembali menghantui masyarakat Kabupaten Indramayu. Hasil monitoring yang dilakukan Babinsa Koramil 1610/Krangkeng, Sertu Kadani, di Pasar Pagi Desa Singakerta, Kecamatan Krangkeng, Jumat (8/5/2026), mengungkap kenaikan harga beberapa komoditas penting yang membuat warga mulai resah.

Kegiatan monitoring harga sembako tersebut dilakukan sejak pukul 08.00 WIB dengan menyasar aktivitas perdagangan di pasar tradisional Desa Singakerta. Pemantauan ini bertujuan untuk mengetahui perkembangan harga bahan pokok sekaligus memastikan kondisi pasar tetap aman dan terkendali.

Dari hasil pengecekan di lapangan, sejumlah komoditas utama tercatat mengalami kenaikan harga cukup signifikan. Salah satu yang paling mencolok adalah harga daging sapi yang kini mencapai Rp150.000 per kilogram.

Tak hanya daging sapi, harga telur ayam juga ikut melonjak menjadi Rp38.000 per kilogram. Kondisi ini membuat banyak warga mulai mengeluhkan tingginya biaya kebutuhan dapur sehari-hari.

“Sekarang belanja harus benar-benar dihitung. Harga kebutuhan banyak yang naik,” ujar salah seorang pembeli di Pasar Singakerta.

Kenaikan juga terjadi pada komoditas bawang merah dan bawang putih yang menjadi bahan pokok penting bagi rumah tangga maupun pedagang makanan. Harga bawang merah kini mencapai Rp48.000 per kilogram, sedangkan bawang putih berada di angka Rp42.000 per kilogram.

Selain itu, harga gula pasir naik menjadi Rp16.000 per kilogram dan kacang kedelai mencapai Rp19.000 per kilogram. Naiknya beberapa kebutuhan pokok tersebut dinilai cukup memengaruhi daya beli masyarakat.

Sementara itu, harga beras masih bertahan di angka Rp15.800 per kilogram dan minyak goreng tetap Rp16.000 per kilogram. Untuk harga jagung juga masih stabil di kisaran Rp11.000 per kilogram.

Di tengah kenaikan sejumlah komoditas, harga daging ayam terpantau belum mengalami perubahan dan masih berada di angka Rp38.000 per kilogram.

Monitoring harga sembako yang dilakukan Sertu Kadani menjadi salah satu langkah penting dalam memantau perkembangan kondisi ekonomi masyarakat di wilayah Kecamatan Krangkeng. Selain mengecek harga, Babinsa juga berdialog langsung dengan para pedagang serta warga yang sedang berbelanja di pasar.

Kegiatan tersebut dilakukan sebagai bentuk kepedulian aparat teritorial terhadap kondisi masyarakat, terutama terkait stabilitas harga bahan kebutuhan pokok yang sangat memengaruhi kehidupan sehari-hari warga.

Menurut para pedagang, kenaikan harga beberapa komoditas dipengaruhi oleh distribusi barang dan meningkatnya permintaan pasar. Mereka berharap kondisi harga dapat kembali stabil agar aktivitas perdagangan berjalan normal dan daya beli masyarakat tidak semakin menurun.

“Kami berharap harga bisa kembali turun supaya pembeli tidak berkurang,” ungkap salah seorang pedagang sembako.

Sertu Kadani menegaskan bahwa monitoring harga sembako akan terus dilakukan secara berkala guna mengetahui perkembangan harga di lapangan sekaligus mengantisipasi kemungkinan terjadinya lonjakan harga yang lebih tinggi.

Kehadiran Babinsa di pasar tradisional juga mendapat respons positif dari masyarakat karena dianggap mampu memberikan rasa aman dan perhatian terhadap kondisi warga.

Selama kegiatan monitoring berlangsung, suasana pasar terpantau aman, tertib, dan lancar. Aktivitas jual beli tetap berjalan normal meskipun masyarakat terlihat mulai lebih selektif dalam membeli kebutuhan pokok akibat kenaikan harga sejumlah barang.

Fenomena naiknya harga sembako di Pasar Singakerta ini menjadi perhatian serius masyarakat. Warga berharap ada langkah nyata untuk menjaga kestabilan harga agar kebutuhan pokok tetap terjangkau, khususnya bagi kalangan menengah ke bawah yang paling terdampak oleh kenaikan harga pangan.

Dengan kondisi harga yang terus bergerak, masyarakat kini diminta tetap bijak dalam berbelanja sekaligus berharap situasi ekonomi segera membaik dalam waktu dekat.

Posting Komentar