HEADLINE
Mode Gelap
Artikel teks besar

Gerakan Padat Karya Tunai di Cikedung! 150 Warga dan Babinsa Serma Solihin Bersihkan Saluran Cikondang, Antisipasi Banjir dan Dukung Ketahanan Pangan


INDRAMAYU – Semangat gotong royong dan kepedulian terhadap infrastruktur pertanian kembali bergema di Desa Cikedunglor, Kecamatan Cikedung, Kabupaten Indramayu. Pada Selasa pagi (2/6/2026), tepat pukul 07.30 WIB, ratusan warga bersama aparat desa dan TNI melaksanakan kegiatan padat karya tunai menggunakan Dana Desa (DD) Tahun Anggaran 2026. Fokus utama kegiatan ini adalah pengurasan dan pembersihan Saluran Cikondang, yang membentang dari area Tutupan Tasmi hingga Blok Pilang Jongcing. Langkah strategis ini diambil untuk memastikan kelancaran irigasi menjelang musim tanam berikutnya serta mencegah potensi banjir di wilayah tersebut.

Kegiatan yang direncanakan berlangsung selama kurang lebih 20 hari ini melibatkan sekitar 150 orang masyarakat petani setempat. Untuk mempercepat proses pengerjaan, Pemerintah Desa Cikedunglor juga mendatangkan dua unit alat berat berupa ekskavator (beko). Sinergi antara tenaga manual warga dan bantuan alat mekanis diharapkan dapat menyelesaikan normalisasi saluran secara efektif dan efisien.

Babinsa Desa Cikedunglor, Serma Solihin, hadir langsung di lokasi untuk mendampingi dan mengawal jalannya kegiatan. Kehadirannya bukan hanya sebagai simbol pengawasan, tetapi juga untuk memastikan bahwa program padat karya tunai ini benar-benar memberikan manfaat ekonomi bagi warga. "Program padat karya tunai ini sangat positif. Selain infrastruktur saluran air menjadi lancar, warga juga mendapatkan penghasilan tambahan dari upah kerja. Ini sesuai dengan tujuan Dana Desa untuk memberdayakan masyarakat lokal," ujar Serma Solihin saat memantau pekerjaan di tepi saluran.

Kuwu Cikedunglor, Bapak Aris S, beserta seluruh perangkat desa turut turun tangan memimpin langsung kegiatan tersebut. Dalam sambutannya, ia menekankan pentingnya peran serta masyarakat dalam menjaga aset desa. "Saluran Cikondang adalah urat nadi pertanian kita. Jika tersumbat, sawah-sawah di Blok Pilang Jongcing bisa kekeringan atau sebaliknya, tergenang jika hujan deras. Dengan membersihkannya sekarang, kita investasi untuk panen yang lebih baik di masa depan," jelas Kuwu Aris.

Para petani yang terlibat tampak antusias bekerja. Mereka membersihkan lumpur, sampah, dan rerumputan yang menyumbat aliran air. Beberapa warga mengungkapkan rasa syukur mereka karena dilibatkan dalam proyek desa. "Alhamdulillah, selain lingkungan jadi bersih, kami juga dapat rezeki tambahan untuk kebutuhan keluarga. Kami siap menjaga saluran ini tetap bersih setelah selesai dikerjakan," kata salah satu peserta kegiatan.

Selama kegiatan berlangsung, situasi terpantau aman, tertib, dan lancar. Tidak ada kendala berarti dalam koordinasi antara pekerja, operator alat berat, dan pengawas lapangan. Dokumentasi kegiatan telah dilampirkan sebagai bukti pelaksanaan program.

Langkah proaktif Pemerintah Desa Cikedunglor bersama Koramil 1613/Terisi (melalui Babinsa Serma Solihin) ini merupakan contoh nyata pemanfaatan Dana Desa yang tepat sasaran. Program padat karya tunai tidak hanya memperbaiki infrastruktur fisik, tetapi juga menguatkan ekonomi kerakyatan dan solidaritas sosial. Dengan saluran irigasi yang lancar, produktivitas pertanian di Desa Cikedunglor diharapkan meningkat, sehingga kontribusi desa terhadap ketahanan pangan nasional semakin optimal. Sinergi tiga pilar—pemerintah desa, TNI, dan masyarakat—telah membuktikan bahwa pembangunan berbasis partisipasi rakyat adalah kunci kemajuan desa yang berkelanjutan.
Posting Komentar