HEADLINE
Mode Gelap
Artikel teks besar

Harga Beras di Terisi Stabil Rp12.000, Babinsa Serma Aan Subhan: "Pantau Ketat Cabai dan Minyak Goreng"


INDRAMAYU – Stabilitas harga bahan pokok (sembako) menjadi indikator utama kesejahteraan masyarakat di tingkat lokal. Untuk memastikan ketersediaan dan keterjangkauan pangan, Babinsa Koramil 1613/Terisi, Serma Aan Subhan, melaksanakan kegiatan monitoring dan pengecekan harga sembako di Pasar Terisi, Desa Karangasem, Kecamatan Terisi, Kabupaten Indramayu, pada Selasa pagi (2/6/2026). Kegiatan yang dimulai pukul 08.00 WIB ini bertujuan untuk mendeteksi dini adanya gejolak harga atau kelangkaan barang strategis di wilayah binaannya.

Hasil pantauan di lapangan menunjukkan variasi harga yang cukup menarik perhatian. Kabar baik datang dari komoditas beras, yang harganya terpantau sangat terjangkau dan stabil di angka Rp12.000 per kilogram. Harga ini relatif lebih rendah dibandingkan beberapa wilayah lain di Indramayu, sehingga sangat membantu meringankan beban belanja rumah tangga warga Terisi. Selain itu, harga daging sapi juga tercatat stabil di level Rp130.000 per kilogram, sementara daging ayam potong dijual seharga Rp35.000 per kilogram.

Namun, Serma Aan Subhan mencatat adanya harga yang perlu diwaspadai pada beberapa komoditas lainnya. Minyak goreng terpantau berada di angka Rp20.000 per kilogram, yang tergolong cukup tinggi. Kelompok cabai juga menunjukkan dinamika harga, dengan cabai rawit hijau dijual seharga Rp45.000 per kilogram, sedangkan cabai merah di angka Rp28.000 per kilogram. Untuk bumbu dapur lainnya, bawang merah dijual seharga Rp30.000 per kilogram, bawang putih Rp35.000 per kilogram, dan gula pasir Rp18.000 per kilogram. Harga telur ayam terpantau cukup bersahabat di angka Rp29.000 per kilogram.

"Alhamdulillah, harga beras di Pasar Terisi masih sangat bersahabat bagi rakyat. Ini berkat lancarnya distribusi dan hasil panen lokal yang memadai. Namun, kami terus memantau harga minyak goreng dan cabai yang cenderung fluktuatif. Kami berkoordinasi dengan pedagang dan Dinas Perdagangan untuk memastikan tidak ada penimbunan atau spekulasi harga," ujar Serma Aan Subhan saat memantau salah satu kios sembako.

Ia menambahkan bahwa kehadiran TNI di pasar bukan untuk mengintervensi mekanisme pasar, melainkan untuk memberikan rasa aman dan transparansi informasi kepada masyarakat. "Dengan adanya patroli harga rutin, warga jadi tahu harga pasaran yang wajar. Jika ada keluhan tentang harga yang tidak masuk akal, mereka bisa langsung melaporkan kepada kami atau pihak pasar," tegasnya.

Para pedagang di Pasar Terisi menyambut positif kehadiran Babinsa. Mereka mengaku merasa diawasi secara konstruktif, sehingga terjauhkan dari tuduhan memainkan harga. "Kami jual jujur sesuai harga beli. Ada Pak Babinsa yang cek, pembeli jadi lebih percaya dan tenang," kata Ibu Suminah, seorang pedagang sayur mayur.

Kegiatan monitoring yang berlangsung hingga selesai tersebut berjalan dalam keadaan aman dan lancar. Data harga yang dikumpulkan oleh Serma Aan Subhan akan dilaporkan kepada Danramil 1613/Terisi untuk menjadi bahan evaluasi dan rekomendasi bagi pemerintah kecamatan. Dengan pengawasan yang ketat dan sinergi yang kuat antara TNI, Polri, dan instansi terkait, diharapkan stabilitas harga di Kecamatan Terisi dapat terjaga, sehingga daya beli masyarakat tetap kuat dan perekonomian daerah terus bergeliat positif. Langkah proaktif Koramil 1613/Terisi ini menjadi bukti nyata kepedulian TNI terhadap kesejahteraan rakyat di garis depan.
Posting Komentar