Dampingi Petani Sliyeg, Babinsa Pelda Rastika Turun Langsung Bajak Sawah Demi Ketahanan Pangan
Juli 09, 2026
INDRAMAYU – Komitmen TNI dalam mendukung sektor pertanian kembali ditunjukkan secara nyata di Kabupaten Indramayu. Pada Kamis, 9 Juli 2026, Babinsa Desa Sleman yang merupakan anggota Koramil 1607/Sliyeg, Pelda Rastika, terlihat turun langsung ke tengah sawah untuk mendampingi proses pengolahan lahan. Kegiatan yang berlangsung sejak pukul 10.00 WIB ini berfokus pada pendampingan pembajakan sawah menggunakan traktor di wilayah Desa Sliyeg, Kecamatan Sliyeg.
Kehadiran Pelda Rastika di lokasi bukan sekadar untuk mengawasi, melainkan untuk memberikan dukungan moral dan teknis kepada petani dalam mempersiapkan lahan tanam. Dalam kegiatan tersebut, Babinsa berkoordinasi erat dengan Bapak Kumaedi, operator traktor yang bertugas membajak lahan. Sinergi antara aparat kewilayahan dan tenaga ahli mesin pertanian ini diharapkan dapat mempercepat proses olah tanah, sehingga target Musim Tanam dapat tercapai tepat waktu.
Pelda Rastika menekankan bahwa pendampingan ini memiliki tujuan strategis jangka panjang. "Kami hadir di sini untuk memastikan proses persiapan lahan berjalan lancar. Dengan pengolahan tanah yang baik dan tepat waktu, kita berharap produktivitas padi akan meningkat. Ini adalah kontribusi kecil kami untuk kesejahteraan petani dan ketahanan pangan nasional," ungkap Pelda Rastika saat memantau jalannya pembajakan.
Desa Sliyeg, sebagaimana wilayah lainnya di Indramayu, sangat bergantung pada sektor agraris. Pengolahan lahan yang optimal menjadi kunci utama sebelum benih ditanam. Penggunaan traktor dinilai lebih efisien dibandingkan metode konvensional, namun tetap memerlukan pengawasan agar hasil gemburan tanah merata dan siap untuk ditanami. Kehadiran Babinsa juga berfungsi untuk memotivasi petani agar tidak kendur dalam merawat lahannya, mengingat tantangan cuaca dan hama yang selalu mengintai.
Kegiatan yang melibatkan Babinsa dan operator traktor ini berjalan dengan penuh semangat. Meskipun bekerja di bawah terik matahari, suasana di lapangan terpantau kondusif dan aman. Para petani tampak antusias dengan adanya pendampingan dari unsur TNI, yang mereka anggap sebagai bentuk perhatian pemerintah terhadap nasib kaum tani.
Selesai pada pukul 11.30 WIB, kegiatan pendampingan ini meninggalkan kesan positif bagi masyarakat setempat. Langkah konkret yang dilakukan oleh Koramil 1607/Sliyeg melalui personil Babinsanya membuktikan bahwa TNI selalu berada di garis depan dalam upaya mewujudkan swasembada pangan. Dengan terus bergulirnya program pendampingan di berbagai desa, diharapkan Kabupaten Indramayu dapat mempertahankan statusnya sebagai salah satu lumbung padi terbesar di Indonesia, sekaligus meningkatkan taraf hidup para petaninya.
