Gebrakan Babinsa di Sawah Jambak: Pelda H. Suganda Turun Tangan, Selamatkan 300 Bata Padi Petani Mursidin dari Ancaman Hama Musim Tanam II 2026
Juli 19, 2026
INDRAMAYU – Di tengah terik matahari pagi yang mulai menyengat di Desa Jambak, Kecamatan Cikedung, Kabupaten Indramayu, sebuah pemandangan inspiratif tersaji pada Minggu, 19 Juli 2026. Bukan sekadar teori di atas kertas atau instruksi dari balik meja komando, aksi nyata perlindungan ketahanan pangan justru diperagakan langsung di lumpur sawah. Pelda H. Suganda, anggota Koramil setempat, terlihat sigap melakukan pendampingan pertanian berupa penyemprotan tanaman padi milik Bapak Mursidin. Kegiatan yang dimulai tepat pukul 08.00 WIB ini menjadi bukti konkret bahwa TNI tidak pernah absen dalam upaya menjaga swasembada pangan nasional, khususnya pada Masa Tanam (MT) II tahun 2026.
Lahan seluas 300 bata di Blok Pilang, Desa Jambak, menjadi saksi bisu dedikasi seorang prajurit bagi kesejahteraan petani. Di era modern di mana teknologi pertanian semakin canggih, kehadiran fisik Babinsa atau anggota koramil di tengah hamparan hijau tetap menjadi kebutuhan psikologis dan teknis yang krusial. Pelda H. Suganda tidak hanya berdiri mengawasi, tetapi terlibat aktif dalam proses penyemprotan pestisida atau pupuk cair untuk memastikan tanaman padi milik Pak Mursidin tumbuh subur dan bebas dari serangan hama serta penyakit. Langkah ini diambil sebagai antisipasi dini terhadap potensi gagal panen yang kerap menghantui para petani di musim tanam kedua.
Pendampingan yang dilakukan oleh Pelda H. Suganda bukan tanpa alasan strategis. Sektor pertanian adalah tulang punggung ekonomi masyarakat agraris seperti di Cikedung. Setiap helai daun padi yang sehat berkontribusi langsung pada stabilitas harga beras dan ketersediaan pangan di tingkat lokal maupun nasional. Dengan turun langsung ke sawah, anggota TNI membangun kepercayaan diri petani. Mereka merasa tidak sendirian dalam menghadapi tantangan alam. Dialog yang terjalin di sela-sela kegiatan penyemprotan menjadi momen berharga bagi Pelda H. Suganda untuk menyerap aspirasi, kendala, dan kebutuhan riil petani di lapangan.
Kegiatan yang berlangsung tertib dan lancar hingga selesai ini menunjukkan profesionalisme tinggi dari jajaran Koramil dalam melaksanakan tugas pembinaan wilayah. Tidak ada kesan keterpaksaan; sebaliknya, terlihat semangat gotong royong yang kental antara aparat militer dan warga sipil. Pak Mursidin, sebagai pemilik lahan, tentu merasa sangat terbantu dengan kehadiran tenaga tambahan yang disiplin dan terstruktur seperti Pelda H. Suganda. Sinergi ini adalah modal sosial terbesar untuk meningkatkan produktivitas pertanian di Indramayu.
Lebih dari sekadar aktivitas fisik, aksi di Blok Pilang ini mengirimkan pesan kuat tentang komitmen TNI terhadap kedaulatan pangan. Dalam doktrin pertahanan negara, ketahanan pangan adalah bagian integral dari ketahanan nasional. Jika lumbung padi kosong, maka stabilitas negara akan goyah. Oleh karena itu, setiap tetes cairan penyemprot yang diaplikasikan oleh Pelda H. Suganda adalah bentuk kontribusi nyata terhadap keamanan bangsa. Ini adalah wujud nyata dari slogan "TNI Manunggal Rakyat" yang diterjemahkan dalam aksi produktif di sektor ekonomi kerakyatan.
Keberhasilan pendampingan di Desa Jambak ini hendaknya menjadi model bagi satuan lain di seluruh wilayah Indramayu. Bahwa pendekatan humanis melalui bantuan teknis pertanian jauh lebih efektif dalam hati rakyat daripada sekadar kehadiran seremonial. Pelda H. Suganda telah memberikan contoh teladan bagaimana seorang prajurit dapat menjadi pahlawan bagi petani kecil. Dengan melindungi 300 bata padi Pak Mursidin, ia juga sedang melindungi masa depan keluarga petani tersebut dan keberlanjutan ekosistem pertanian di Cikedung.
Mari kita apresiasi langkah progresif Koramil dalam mendampingi petani. Di tengah perubahan iklim yang semakin ekstrem dan ancaman hama yang terus berevolusi, kehadiran pendamping seperti Pelda H. Suganda adalah harapan baru bagi petani Jambak. Semoga hasil panen nanti melimpah ruah, menjadikan Indramayu tetap sebagai salah satu lumbung padi terpenting di Jawa Barat. Aksi kecil di sawah hari ini adalah investasi besar bagi ketahanan pangan bangsa esok hari.
