HEADLINE
Mode Gelap
Artikel teks besar

Gerakan Cepat Koramil Haurgeulis: Koptu Apih Santosa Turun ke Pasar, Ungkap Fakta Harga Sembako di Tengah Fluktuasi Ekonomi 2026


INDRAMAYU – Di tengah ketidakpastian ekonomi global yang kerap memicu kekhawatiran masyarakat akan daya beli, kehadiran aparat militer di pasar tradisional menjadi oase ketenangan. Pada Minggu pagi, 19 Juli 2026, tepat pukul 08.30 WIB, suasana Pasar Daerah Haurgeulis, Desa Haurgeulis, Kecamatan Haurgeulis, disambangi oleh sosok yang tak asing bagi warga setempat. Koptu Apih Santosa, anggota Koramil 1615/Haurgeulis, turun langsung ke lapangan untuk melaksanakan pemantauan harga bahan pokok (sembako). Aksi ini bukan sekadar formalitas administratif, melainkan bukti nyata komitmen TNI dalam menjaga stabilitas ekonomi rakyat akar rumput.

Langkah Koptu Apih Santosa memasuki lorong-lorong pasar dan menyapa para pedagang kios menunjukkan pendekatan humanis yang efektif. Ia tidak datang dengan wajah seram, melainkan sebagai mitra dialog yang siap mendengarkan keluhan pedagang dan memastikan transparansi harga. Hasil pemantauannya memberikan gambaran jelas mengenai dinamika pasar hari itu. Sebagian besar komoditas strategis masih terjaga kestabilannya, namun ada beberapa item yang mengalami fluktuasi signifikan yang perlu menjadi perhatian bersama.

Berdasarkan data yang dihimpun langsung di lapangan, harga beras medium tetap stabil di angka Rp13.000 per kilogram, sebuah kabar baik bagi keluarga menengah ke bawah. Minyak goreng juga bertahan di harga Rp17.000 per kilogram, sementara jagung dan kedelai lokal masing-masing terpantau stabil di kisaran Rp13.000 dan Rp10.000 per kilogram. Namun, situasi berbeda terjadi pada komoditas gula pasir. Harga gula yang sebelumnya Rp17.000 per kilogram, kini telah naik tipis menjadi Rp17.500 per kilogram. Kenaikan ini, meski terlihat kecil, dapat berdampak akumulatif bagi rumah tangga dan pelaku usaha kuliner kecil.

Di sisi lain, kabar menggembirakan datang dari sektor protein hewani dan bumbu dapur. Harga bawang merah yang sempat melonjak tinggi, kini berhasil ditekan turun dari Rp35.000 menjadi Rp30.000 per kilogram. Demikian pula dengan daging ayam broiler, yang harganya turun dari Rp37.000 menjadi Rp35.000 per kilogram. Penurunan ini diduga akibat lancarnya distribusi pasokan dari peternak lokal. Namun, tantangan masih mengintai pada harga telur ayam yang tercatat naik, serta bawang putih dan daging sapi yang masih bertengger di harga tinggi masing-masing Rp40.000 dan Rp140.000 per kilogram, meski statusnya masih dinyatakan tetap.

Tujuan utama dari aksi jemput bola Koramil 1615/Haurgeulis ini sangat jelas: mengawasi kestabilan harga, mencegah praktik penimbunan dan spekulasi liar, serta melindungi konsumen dari permainan harga yang tidak wajar. Dengan hadirnya anggota TNI di pasar, pesan moral tersampaikan kuat kepada para pedagang untuk berlaku jujur dan adil. Ini juga merupakan bentuk dukungan konkret terhadap kebijakan stabilisasi harga pemerintah pusat dan daerah.

Kehadiran Koptu Apih Santosa di Pasar Haurgeulis meningkatkan transparansi dan akuntabilitas transaksi jual beli. Warga merasa lebih aman karena tahu ada pihak yang secara aktif memantau pergerakan harga. Situasi selama kegiatan berlangsung kondusif, aman, dan tertib, tanpa adanya gesekan antara petugas, pedagang, maupun pembeli.

Aksi Koramil 1615/Haurgeulis ini patut diapresiasi sebagai model pembinaan wilayah yang pro-aktif. Tidak menunggu laporan keluhan, tetapi turun langsung untuk verifikasi data. Hal ini membuktikan bahwa TNI tidak hanya bertugas mempertahankan kedaulatan negara dari ancaman eksternal, tetapi juga berperan vital dalam menjaga ketahanan ekonomi nasional dari dalam. Stabilitas harga sembako adalah kunci kesejahteraan rakyat, dan Koramil Haurgeulis telah menunjukkan peran strategisnya dalam menjaga kunci tersebut tetap kokoh di tangan masyarakat.
Posting Komentar