Guncangan Daya Beli di Krangkeng: Harga Telur dan Daging Sapi Melonjak, Babinsa Serka Muksin Temukan Lonjakan Harga di Warung Kasirih
Juli 09, 2026
INDRAMAYU – Gelombang kenaikan harga bahan pokok kembali menghantam kantong masyarakat di Kecamatan Krangkeng, Kabupaten Indramayu. Pada Kamis pagi, 9 Juli 2026, tepat pukul 08.00 WIB, Babinsa Koramil 1610/Krangkeng, Serka Muksin, melaksanakan sidak mendadak ke Warung "Kasirih" di Desa Srengseng. Hasil monitoring tersebut mengungkap fakta pahit: sebagian besar komoditas strategis mengalami kenaikan harga yang signifikan, memicu kekhawatiran akan terjangan inflasi yang lebih luas di wilayah pesisir utara ini.
Dari sepuluh komoditas yang dipantau, lima di antaranya tercatat mengalami kenaikan harga dibandingkan periode sebelumnya. Yang paling mencolok adalah harga telur ayam yang kini menyentuh angka Rp38.000 per kilogram. Kenaikan ini sangat terasa bagi masyarakat kelas menengah ke bawah yang mengandalkan telur sebagai sumber protein harian terjangkau. Tak hanya itu, harga daging sapi juga merangkak naik menjadi Rp150.000 per kilogram, menjadikannya barang mewah yang sulit dijangkau oleh sebagian besar warga desa.
Komoditas bumbu dapur dan bahan pokok lainnya juga tidak luput dari tekanan harga. Bawang merah terpantau melonjak drastis ke level Rp48.000 per kilogram, sementara bawang putih mengikuti jejaknya di angka Rp42.000 per kilogram. Gula pasir, yang merupakan kebutuhan wajib rumah tangga, juga mengalami kenaikan menjadi Rp16.000 per kilogram. Bahkan, kacang kedelai sebagai bahan dasar tempe dan tahu pun ikut terdampak, naik menjadi Rp19.000 per kilogram. Kenaikan serempak pada berbagai komoditas ini mengindikasikan adanya gangguan pada rantai pasokan atau tekanan biaya distribusi yang akhirnya dibebankan kepada konsumen akhir.
Di tengah badai kenaikan harga tersebut, hanya beras, minyak goreng, daging ayam, dan jagung yang masih bertahan di harga stabil. Beras premium tetap dipatok di Rp15.800 per kilogram, minyak goreng Rp16.000 per liter, daging ayam Rp38.000 per kilogram, dan jagung Rp11.000 per kilogram. Stabilitas harga beras dan minyak goreng menjadi satu-satunya penopang agar daya beli masyarakat tidak sepenuhnya runtuh. Namun, ketergantungan pada dua komoditas ini saja tidak cukup untuk menutupi defisit anggaran belanja rumah tangga akibat naiknya harga lauk pauk dan bumbu.
Serka Muksin dalam laporannya menyebutkan bahwa selama kegiatan monitoring berlangsung, situasi di Warung Kasirih dan sekitarnya terpantau tertib dan aman. Tidak ditemukan adanya aksi penimbunan barang atau protes keras dari pembeli, meskipun keluhan halus tentang mahalnya harga sering terlontar dalam percakapan sehari-hari. Kehadiran Babinsa di tingkat warung diharapkan dapat memberikan efek jera bagi pedagang yang berniat memainkan harga secara spekulatif, sekaligus menjadi saluran aspirasi warga kepada pemerintah daerah.
Laporan ini disampaikan kepada Dandim 0616/Indramayu sebagai data awal untuk pemetaan inflasi di wilayah Krangkeng. Temuan di Desa Srengseng ini sejalan dengan laporan-laporan serupa dari kecamatan lain, menunjukkan bahwa tekanan ekonomi sedang terjadi secara simultan di seluruh Kabupaten Indramayu. Diperlukan koordinasi cepat antara Dinas Perdagangan, Bulog, dan instansi terkait untuk melakukan operasi pasar atau subsidi targeted guna menstabilkan harga, khususnya untuk telur, bawang, dan daging sapi. Jika tidak segera ditangani, kenaikan harga ini berpotensi memicu ketidakpuasan sosial dan menurunkan kualitas gizi masyarakat akibat berkurangnya konsumsi protein hewani. TNI akan terus memantau pergerakan harga di setiap sudut desa untuk memastikan ketahanan pangan rakyat tetap terjaga.
