HEADLINE
Mode Gelap
Artikel teks besar

Kolaborasi Tiga Pilar di Terisi: Koramil, Polsek, dan Warga Bersatu dalam Nobar Piala Dunia 2026, Simbol Harmoni Keamanan dan Kerukunan


INDRAMAYU – Sebuah pemandangan langka namun penuh makna tersaji di Desa Rajasinga, Kecamatan Terisi, Kabupaten Indramayu, pada Minggu dini hari, 19 Juli 2026. Di tengah heningnya malam yang mulai beranjak pagi, Aula Polsek Terisi berubah menjadi ruang kebersamaan yang hangat. Bukan untuk rapat koordinasi keamanan atau operasi penegakan hukum, melainkan untuk sebuah kegiatan Nonton Bareng (Nobar) pertandingan perebutan juara ketiga Piala Dunia FIFA 2026 antara Prancis dan Inggris. Kegiatan ini menjadi bukti nyata sinergi tiga pilar utama di tingkat kecamatan: TNI, Polri, dan masyarakat sipil, termasuk pelaku UMKM, yang bersatu dalam satu frekuensi kebahagiaan.

Tepat pukul 04.00 WIB, lima anggota Koramil dari wilayah setempat bergabung dengan empat personel Polsek Terisi. Mereka tidak datang sendiri, melainkan didampingi oleh enam warga masyarakat dan dua perwakilan pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). Total tujuh belas orang ini duduk berdampingan, menghilangkan sekat-sekat hierarki dan profesi. Di hadapan layar televisi, mereka bersama-sama menyaksikan duel sengit dua raksasa sepak bola Eropa. Meskipun skor akhir pertandingan menunjukkan kemenangan salah satu pihak, atmosfer di ruangan tersebut justru dipenuhi oleh rasa persaudaraan yang kental.

Kehadiran elemen UMKM dalam kegiatan ini memberikan dimensi ekonomi-sosial yang menarik. Ini menunjukkan bahwa pendekatan keamanan dan ketertiban tidak hanya soal penjagaan fisik, tetapi juga tentang menciptakan ekosistem sosial yang inklusif. Dengan melibatkan pelaku usaha kecil, TNI dan Polri menunjukkan kepedulian terhadap seluruh lapisan masyarakat. Diskusi-diskusi ringan yang terjadi selama jeda pertandingan atau setelah gol tercipta menjadi momen berharga bagi para prajurit dan polisi untuk mendengarkan langsung aspirasi serta keluhan warga dan pengusaha kecil secara informal.

Sinergi antara Koramil dan Polsek dalam acara ini juga mengirimkan pesan kuat kepada publik. Di tengah isu-isu yang sering kali mempertentangkan peran kedua institusi keamanan ini, kolaborasi dalam kegiatan positif seperti nobar menunjukkan bahwa mereka adalah mitra sejati dalam menjaga kamtibmas. Lima anggota Koramil dan empat personel Polsek bekerja sama memastikan kegiatan berjalan dengan tertib, aman, dan lancar. Kehadiran mereka bukan sebagai pengawas yang mengintimidasi, melainkan sebagai tuan rumah yang ramah dan protektif.

Kegiatan yang berakhir dengan lancar ini membuktikan bahwa metode pendekatan humanis melalui budaya populer seperti sepak bola memiliki efektivitas tinggi dalam pembinaan masyarakat. Warga merasa dihargai karena dilibatkan dalam kegiatan yang digemari banyak orang. Pelaku UMKM merasa diperhatikan keberadaannya. Sementara itu, aparat keamanan mendapatkan wawasan langsung tentang kondisi lapangan dari sudut pandang masyarakat.

Desa Rajasinga di Kecamatan Terisi telah menjadi contoh miniatur kerukunan bangsa. Melalui layar televisi yang menayangkan pertandingan bergengsi dunia, mereka justru sedang membangun fondasi persatuan lokal yang kokoh. Ini adalah bukti bahwa TNI dan Polri, bersama rakyat, adalah satu kesatuan yang tak terpisahkan. Semangat sportivitas yang ditunjukkan di lapangan hijau Piala Dunia 2026 telah bertransformasi menjadi semangat gotong royong di bumi Indramayu.

Keberhasilan pelaksanaan nobar di Polsek Terisi ini patut menjadi rujukan bagi satuan lain. Bahwa keamanan tidak harus selalu identik dengan kekerasan atau ketegangan. Keamanan juga bisa dibangun melalui senyuman, tawa, dan kebersamaan dalam menikmati hiburan sehat. Kolaborasi tiga pilar ini adalah resep ampuh untuk menjaga stabilitas sosial di tengah dinamika global yang semakin kompleks. Mari kita jaga harmoni ini agar Terisi, dan Indramayu pada umumnya, tetap menjadi wilayah yang aman, nyaman, dan penuh kehangatan persaudaraan.
Posting Komentar