HEADLINE
Mode Gelap
Artikel teks besar

Koramil 1613/Terisi Pantau Harga Sembako di Toko Eri Cikedung, Cabe Rawit Hijau Masih Bertengger di Angka Rp60 Ribu


INDRAMAYU – Menjaga stabilitas harga kebutuhan pokok menjadi prioritas utama Koramil 1613/Terisi dalam mendukung kesejahteraan masyarakat. Pada Sabtu pagi (11/7/2026), mulai pukul 08.00 WIB, Babinsa Desa Cikedung, Koptu Lukman, melaksanakan kegiatan monitoring dan pengecekan harga bahan pokok (sembako) di Toko Eri yang berlokasi di Blok Cidadap, Desa Cikedung, Kecamatan Cikedung, Kabupaten Indramayu. Langkah ini dilakukan untuk memastikan tidak terjadi kelangkaan barang maupun kenaikan harga yang tidak wajar di tingkat pedagang eceran.

Hasil pantauan Koptu Lukman menunjukkan bahwa harga sebagian besar komoditas strategis masih berada dalam kisaran normal dan terjangkau. Beras sebagai makanan pokok utama dijual stabil di harga Rp13.000 per kilogram, sementara minyak goreng dipatok di angka Rp16.000 per kilogram. Harga telur ayam juga terpantau cukup bersahabat di level Rp30.000 per kilogram, menjadikannya sumber protein hewani yang paling diminati warga dibandingkan daging sapi atau ayam potong.

Namun, perhatian khusus tertuju pada harga komoditas hortikultura, khususnya cabai. Harga cabai rawit hijau tercatat masih tinggi di angka Rp60.000 per kilogram. Angka ini jauh lebih mahal dibandingkan cabai merah keriting yang dijual seharga Rp32.000 per kilogram. Kondisi ini kemungkinan dipengaruhi oleh pasokan dari sentra produksi yang belum maksimal akibat faktor cuaca. Sementara itu, bumbu dapur lainnya seperti bawang merah dijual di harga Rp36.000 per kilogram dan bawang putih di harga Rp38.000 per kilogram. Gula putih juga terpantau stabil di harga Rp18.000 per kilogram.

Untuk sektor protein hewani, daging ayam potong dijual di harga Rp35.000 per kilogram, sedangkan daging sapi dipatok di angka Rp145.000 per kilogram. Meskipun harga daging sapi relatif tinggi, stok di Toko Eri tersedia dengan cukup sehingga warga yang memiliki kebutuhan khusus tetap dapat membelinya.

Koptu Lukman menyatakan bahwa meskipun ada beberapa komoditas seperti cabai rawit yang harganya masih tinggi, secara umum ketersediaan barang di toko-toko wilayah binaannya masih aman. "Kami terus melakukan pemantauan rutin untuk mencegah adanya praktik penimbunan atau spekulasi harga oleh oknum tertentu. Jika ditemukan ketidakwajaran, kami akan segera berkoordinasi dengan Dinas Perdagangan," tegasnya.

Selama kegiatan monitoring berlangsung dari pukul 08.00 WIB hingga selesai, situasi di Toko Eri dan sekitarnya terpantau aman, tertib, dan lancar. Tidak ada gejolak sosial atau keluhan signifikan dari pembeli terkait harga barang. Kehadiran Babinsa di tempat penjualan memberikan rasa tenang bagi masyarakat bahwa mereka dilindungi dari potensi eksploitasi harga.

Melalui laporan ini, Koramil 1613/Terisi terus membuktikan komitmennya dalam menjaga ketahanan pangan di tingkat desa. Data real-time yang dikumpulkan oleh Koptu Lukman menjadi masukan berharga bagi pemerintah daerah untuk mengambil langkah-langkah mitigasi jika diperlukan, seperti operasi pasar atau subsidi terbatas. Sinergi antara TNI, pedagang, dan masyarakat di Desa Cikedung menjadi modal penting untuk mewujudkan kehidupan ekonomi yang stabil dan berkeadilan.
Posting Komentar