Koramil 1615/Haurgeulis Pantau Pasar Daerah, Harga Bawang Merah dan Daging Ayam Mulai Turun Meski Gula Merangkak Naik
Juli 11, 2026
INDRAMAYU – Stabilitas ekonomi di tingkat akar rumput menjadi perhatian serius bagi jajaran TNI di wilayah Kecamatan Haurgeulis. Pada Sabtu pagi (11/7/2026), tepat pukul 08.30 WIB, anggota Koramil 1615/Haurgeulis, Koptu Apih Santosa, turun langsung ke Pasar Daerah Haurgeulis yang berlokasi di Desa Haurgeulis. Misi utamanya adalah melakukan pemantauan harga sembako di berbagai kios dan toko untuk memastikan daya beli masyarakat tetap terjaga di tengah dinamika pasar yang fluktuatif.
Hasil pantauan Koptu Apih menunjukkan adanya pergeseran harga yang cukup signifikan pada beberapa komoditas strategis. Kabar baik datang dari harga bawang merah, yang sebelumnya sempat melonjak tinggi, kini tercatat turun menjadi Rp30.000 per kilogram dari harga sebelumnya Rp35.000. Penurunan ini tentu menjadi angin segar bagi ibu-ibu rumah tangga yang kerap menggunakan bawang merah sebagai bumbu dasar masakan sehari-hari. Selain itu, harga daging ayam juga mengalami penurunan menjadi Rp35.000 per kilogram dari posisi sebelumnya Rp37.000, membuat protein hewani ini kembali lebih terjangkau.
Namun, tidak semua kabar membawa kelegaan. Harga gula pasir terpantau mengalami kenaikan tipis menjadi Rp17.500 per kilogram dari sebelumnya Rp17.000. Kenaikan ini perlu diwaspadai karena gula merupakan komoditas sensitif yang dampaknya terasa luas, mulai dari konsumsi rumah tangga hingga industri kecil. Di sisi lain, harga telur ayam juga tercatat naik, meskipun angkanya belum dirilis secara spesifik dalam laporan rinci, namun tren kenaikannya menjadi catatan penting bagi pengawas pasar.
Untuk komoditas pokok lainnya, stabilitas masih terjaga dengan baik. Beras medium dijual stabil di harga Rp13.000 per kilogram, minyak goreng di angka Rp17.000 per kilogram, dan jagung serta kedelai lokal masing-masing bertahan di harga Rp13.000 dan Rp10.000 per kilogram. Harga bawang putih juga tetap kokoh di level Rp40.000 per kilogram, sementara daging sapi masih dipatok di harga Rp140.000 per kilogram.
Kegiatan pemantauan ini memiliki lima tujuan strategis: pertama, mengawasi kestabilan harga bahan pokok; kedua, mencegah praktik penimbunan dan spekulasi harga oleh oknum tertentu; ketiga, melindungi konsumen dari penetapan harga yang tidak wajar; keempat, mendukung kebijakan stabilisasi harga pemerintah daerah; dan kelima, meningkatkan transparansi serta akuntabilitas pelaku pasar. Dengan kehadiran Babinsa di pasar, para pedagang merasa diawasi untuk bermain jujur, sementara pembeli merasa lebih tenang karena ada pihak yang memantau kondisi pasar.
Selama kegiatan berlangsung, situasi di Pasar Daerah Haurgeulis terpantau aman dan kondusif. Tidak ditemukan adanya gejolak atau protes dari warga terkait harga barang. Koptu Apih Santosa menyatakan bahwa pihaknya akan terus melakukan pemantauan secara berkala untuk memastikan bahwa pasokan dan harga tetap seimbang.
Langkah proaktif Koramil 1615/Haurgeulis ini menjadi contoh nyata bagaimana TNI berperan aktif dalam menjaga ketahanan ekonomi nasional dimulai dari pasar-pasar tradisional. Sinergi antara aparat kewilayahan, pedagang, dan masyarakat adalah kunci utama untuk menciptakan ekosistem perdagangan yang sehat dan berkeadilan di Kabupaten Indramayu.
