HEADLINE
Mode Gelap
Artikel teks besar

Pantau Harga Sembako di Haurgeulis, Babinsa Koptu Apih Santosa: Stabilitas Pasar Kunci Kesejahteraan Rakyat


INDRAMAYU – Jajaran Koramil 1615/Haurgeulis kembali menunjukkan komitmennya dalam menjaga stabilitas ekonomi masyarakat melalui kegiatan pemantauan harga bahan pokok. Pada Kamis pagi, 9 Juni 2026, anggota Babinsa setempat, Koptu Apih Santosa, turun langsung ke Pasar Daerah Haurgeulis dan sejumlah kios sembako di wilayah Kecamatan Haurgeulis untuk memantau fluktuasi harga kebutuhan sehari-hari.

Kegiatan yang dimulai pukul 08.00 WIB ini bertujuan untuk memastikan bahwa harga barang-barang strategis tetap terjangkau dan tidak terjadi gejolak yang merugikan konsumen. Pemantauan dilakukan secara menyeluruh terhadap sepuluh komoditas utama yang menjadi tulang punggung dapur rumah tangga masyarakat.

Berdasarkan hasil pantauan di lapangan, sebagian besar harga sembako terpantau stabil. Beras medium tetap dijual seharga Rp13.000 per kilogram, sementara minyak goreng dipatok stabil di angka Rp17.000 per kilogram. Komoditas lain seperti jagung (Rp13.000/kg), kedelai lokal (Rp10.000/kg), bawang putih (Rp40.000/kg), dan daging sapi (Rp140.000/kg) juga tidak mengalami perubahan harga atau tetap sesuai harga sebelumnya.

Namun, terdapat beberapa komoditas yang mengalami pergerakan harga. Harga gula pasir tercatat mengalami kenaikan tipis dari Rp17.000 menjadi Rp17.500 per kilogram. Demikian pula dengan telur ayam yang harganya dilaporkan naik, meski rincian nominalnya bervariasi tergantung jenis dan ukuran. Di sisi lain, kabar baik datang dari harga cabai dan daging ayam. Harga cabai merah mengalami penurunan signifikan dari Rp35.000 menjadi Rp30.000 per kilogram, sedangkan daging ayam turun dari Rp37.000 menjadi Rp35.000 per kilogram. Penurunan ini tentu menjadi angin segar bagi para ibu rumah tangga yang berbelanja di pasar tersebut.

Koptu Apih Santosa menjelaskan bahwa kehadiran TNI di pasar bukan untuk mengintervensi mekanisme pasar, melainkan sebagai bentuk pengawasan preventif. "Tujuan utama kami adalah mengawasi kestabilan harga, mencegah adanya praktik penimbunan atau spekulasi yang tidak wajar, serta melindungi konsumen. Kami ingin memastikan transparansi harga sehingga masyarakat merasa aman dan terlindungi," ujarnya saat berbincang dengan para pedagang.

Pemantauan rutin seperti ini merupakan dukungan nyata terhadap kebijakan pemerintah dalam stabilisasi harga nasional. Dengan adanya kehadiran aparat kewilayahan, diharapkan para pedagang dapat lebih tertib dalam menetapkan harga dan tidak memanfaatkan momen tertentu untuk menaikkan harga secara sepihak. Selain itu, data yang dikumpulkan dari lapangan juga berguna sebagai bahan evaluasi bagi pihak terkait dalam mengambil langkah-langkah antisipatif jika terjadi lonjakan harga yang ekstrem.

Selama kegiatan pemantauan berlangsung, situasi di Pasar Haurgeulis terpantau aman dan kondusif. Interaksi antara Babinsa dengan para pedagang dan pembeli berjalan harmonis, menciptakan suasana pasar yang nyaman bagi seluruh pengunjung. Kegiatan ini akan terus dilanjutkan secara berkala untuk menjamin bahwa akses terhadap pangan yang terjangkau tetap terjaga, demi mendukung kesejahteraan masyarakat Kecamatan Haurgeulis pada khususnya dan Kabupaten Indramayu pada umumnya.
Posting Komentar