HEADLINE
Mode Gelap
Artikel teks besar

Pantau Stabilitas Pasar Haurgeulis, Babinsa Serka Hasrul Temukan Kenaikan Harga Daging Sapi


INDRAMAYU – Menjaga stabilitas harga bahan kebutuhan pokok (sembako) merupakan langkah strategis untuk melindungi daya beli masyarakat dari gejolak inflasi. Dalam rangka memastikan ketersediaan dan keterjangkauan pangan di wilayah binaannya, Koramil 1615/Haurgeulis secara rutin melaksanakan monitoring harga di pasar tradisional dan pusat perbelanjaan rakyat. Langkah ini menjadi barometer penting bagi pemerintah daerah dalam mengambil kebijakan ekonomi yang tepat sasaran.

Pada Rabu, 22 Juli 2026, sejak pukul 08.30 WIB hingga selesai, Serka Hasrul, anggota Koramil 1615/Haurgeulis, turun langsung ke lapangan untuk melaksanakan kegiatan pemantauan harga sembako. Lokasi yang menjadi fokus pengawasan kali ini adalah Pasar Daerah Haurgeulis serta sejumlah kios dan toko sembako grosir di sekitar wilayah Kecamatan Haurgeulis, Kabupaten Indramayu. Kehadiran Babinsa di lokasi tersebut bertujuan untuk memverifikasi kesesuaian harga jual dengan standar pasar nasional serta mendeteksi dini adanya potensi kelangkaan barang.

Berdasarkan hasil pengecekan langsung di lapangan, terpantau bahwa sebagian besar komoditas strategis masih berada dalam kisaran harga yang stabil atau "tetap". Beras medium, sebagai makanan pokok utama, dijual seharga Rp13.500 per kilogram. Minyak goreng tersedia dengan harga Rp18.000 per kilogram, sementara jagung dipatok sebesar Rp10.000 per kilogram. Untuk kedelai lokal, harganya tercatat relatif terjangkau di angka Rp8.000 per kilogram. Gula pasir, kebutuhan vital rumah tangga, juga terpantau stabil di harga Rp18.000 per kilogram.

Komoditas protein hewani dan bumbu dapur menunjukkan dinamika yang beragam. Telur ayam negeri dijual seharga Rp27.000 per kilogram, sedangkan daging ayam potong tersedia di angka Rp34.000 per kilogram. Kedua komoditas ini dilaporkan mengalami kestabilan harga dibandingkan periode sebelumnya. Namun, perhatian khusus tertuju pada harga daging sapi. Hasil monitoring mencatat harga daging sapi naik menjadi Rp150.000 per kilogram. Kenaikan ini perlu dicermati lebih lanjut apakah disebabkan oleh faktor musiman, penurunan pasokan ternak, atau peningkatan permintaan menjelang hari besar tertentu.

Untuk kategori bumbu dapur, bawang merah dijual seharga Rp45.000 per kilogram, sementara bawang putih dihargai Rp40.000 per kilogram. Meskipun tidak dilaporkan mengalami kenaikan drastis, harga kedua komoditas ini masih tergolong tinggi dibandingkan dengan komoditas lainnya, sehingga memerlukan pengawasan ketat agar tidak terjadi spekulasi harga oleh oknum pedagang.

Selama kegiatan pemantauan berlangsung, situasi di Pasar Daerah Haurgeulis dan sekitarnya terpantau aman, tertib, dan lancar. Tidak ditemukan adanya aksi penimbunan barang atau protes dari konsumen terkait harga. Interaksi antara Serka Hasrul dengan para pedagang berlangsung dalam suasana kekeluargaan. Babinsa juga memberikan imbauan kepada pemilik toko grosir untuk selalu mengutamakan transparansi harga dan menjaga kualitas barang yang dijual demi kepuasan konsumen.

"Dengan adanya monitoring rutin seperti ini, kami berharap masyarakat Haurgeulis merasa tenang karena kebutuhan dasarnya tetap terjaga. Kami juga mengajak pedagang untuk bersinergi menjaga stabilitas pasar," ujar Serka Hasrul usai melaksanakan giat.

Kegiatan ini merupakan wujud nyata peran TNI dalam mendukung ketahanan pangan nasional di tingkat akar rumput. Data yang diperoleh dari monitoring ini akan dilaporkan kepada Komando Distrik Militer (Kodim) 0616/Indramayu sebagai bahan evaluasi kondisi perekonomian wilayah. Jika tren kenaikan harga daging sapi berlanjut, koordinasi lebih lanjut dengan Dinas Perdagangan dan instansi terkait akan segera dilakukan untuk mencari solusi terbaik.

Dokumentasi kegiatan telah dilampirkan sebagai bukti akuntabilitas kinerja Koramil 1615/Haurgeulis. Melalui sinergi antara aparat kewilayahan, pemerintah kecamatan, dan pelaku usaha, diharapkan ekosistem pasar di Haurgeulis tetap sehat dan menguntungkan semua pihak, sehingga kesejahteraan masyarakat dapat terus meningkat di tengah tantangan ekonomi global.
Posting Komentar