Pelda Eryana Babinsa Koramil 1613/Terisi Kawal Ketat Persemaian Padi Varietas Lokal "Kebo Putih", Jamin Swasembada Pangan Musim Tanam II 2026
Juli 18, 2026
INDRAMAYU – Di tengah hamparan hijau persawahan Desa Mundakjaya, Blok Munjul, Kecamatan Cikedung, Kabupaten Indramayu, sebuah kegiatan strategis berlangsung pada Sabtu pagi, 18 Juli 2026. Tepat pukul 10.00 WIB, Pelda Eryana, seorang Babinsa dari Koramil 1613/Terisi, terlihat telaten memeriksa kondisi persemaian tanaman padi milik Bapak Hadi. Bukan sekadar kunjungan biasa, kehadiran prajurit TNI AD berseragam loreng ini merupakan wujud nyata pendampingan pertanian untuk memastikan kesuksesan Musim Tanam II Tahun 2026 di wilayah tersebut. Fokus utama pemeriksaan kali ini adalah kualitas benih padi varietas lokal unggulan, yakni "Kebo Putih".
Pelda Eryana tidak datang dengan tangan kosong. Ia membawa serta pengetahuan teknis pertanian yang telah ia pelajari melalui berbagai pelatihan intensif bersama dinas pertanian setempat. Dengan cermat, ia mengamati kepadatan bibit, warna daun, dan keberadaan hama atau penyakit pada persemaian milik Bapak Hadi. "Varietas Kebo Putih ini memiliki potensi hasil yang sangat baik jika dirawat dengan benar sejak fase persemaian. Kita harus pastikan akarnya kuat dan batangnya sehat sebelum dipindah ke lahan tanam," ujar Pelda Eryana sambil berdiskusi langsung dengan pemilik lahan. Interaksi ini menunjukkan bahwa peran Babinsa telah bergeser dari sekadar pengawal keamanan menjadi mitra kerja petani yang memahami seluk-beluk agronomi.
Kehadiran Pelda Eryana di tengah sawah memberikan rasa tenang dan motivasi bagi Bapak Hadi serta petani lainnya di Desa Mundakjaya. Mereka merasa didukung penuh oleh negara dalam upaya meningkatkan produktivitas pangan. Varian padi lokal "Kebo Putih" dipilih karena ketahanannya terhadap kondisi iklim tropis dan permintaan pasar yang stabil. Melalui pendampingan ini, Pelda Eryana juga mengedukasi petani tentang pentingnya penggunaan pupuk berimbang dan pengendalian hama terpadu agar hasil panen maksimal dan ramah lingkungan.
Selama kegiatan berlangsung, situasi di area persawahan terpantau sangat tertib, aman, dan kondusif. Tidak ada gangguan berarti yang menghambat proses pengecekan. Sinergi antara aparat kewilayahan dan masyarakat petani ini menjadi contoh ideal bagaimana TNI hadir di tengah rakyat untuk mendukung program ketahanan pangan nasional. Pelda Eryana menekankan bahwa keberhasilan Musim Tanam II bukan hanya tanggung jawab petani, tetapi juga kewajiban aparatur desa dan Babinsa untuk mendampingi hingga masa panen tiba.
Laporan ini menjadi bukti komitmen Koramil 1613/Terisi dalam menjaga stabilitas sektor pertanian di Kecamatan Cikedung. Dengan pengawasan ketat terhadap kualitas persemaian seperti yang dilakukan Pelda Eryana terhadap lahan Bapak Hadi, diharapkan tidak akan ada gagal tanam atau penurunan produksi yang signifikan. Langkah konkret ini adalah bentuk nyata bela negara di sektor non-militer, yaitu dengan memastikan piring-piring rakyat tetap terisi beras berkualitas dari tanah sendiri.
Melalui aksi heroik di tingkat akar rumput ini, Pelda Eryana telah membuktikan bahwa seragam TNI tidak hanya simbol kekuatan pertahanan, tetapi juga simbol kepedulian terhadap kesejahteraan rakyat. Desa Mundakjaya kini memiliki harapan besar untuk meraih panen raya berkat dedikasi Babinsa yang tak kenal lelah memantau setiap helai daun padi. Ini adalah kemenangan bersama bagi ketahanan pangan Indonesia, dimulai dari sawah-sawah kecil di Indramayu yang dijaga oleh para prajurit tangguh seperti Pelda Eryana.
