Antisipasi Kebakaran di Musim Kemarau, Babinsa Cikawung Imbau Warga Waspada Api Liar
September 18, 2026
INDRAMAYU – Memasuki puncak musim kemarau, risiko kebakaran lahan dan pemukiman meningkat signifikan. Menyikapi hal tersebut, Babinsa Desa Cikawung, Serda Wawan Gunawan, anggota Koramil 1613/Terisi, melaksanakan kegiatan Komunikasi Sosial (Komsos) bersama warga masyarakat setempat. Kegiatan yang berlangsung pada Jumat (18/9/2026) pukul 09.00 WIB hingga selesai ini bertujuan untuk meningkatkan kewaspadaan kolektif terhadap bahaya api liar.
Lokasi kegiatan bertempat di wilayah Desa Cikawung, Kecamatan Terisi, Kabupaten Indramayu. Dalam laporannya kepada Komandan Kodim 0616/Indramayu, Serda Wawan Gunawan menjelaskan bahwa pendekatan dialogis dipilih sebagai metode paling efektif untuk menyampaikan edukasi pencegahan bencana kepada masyarakat luas. Kehadiran Babinsa di tengah warga tidak hanya sekadar formalitas, melainkan wujud nyata kepedulian TNI terhadap keselamatan jiwa dan harta benda rakyat binaannya.
Tiga poin utama menjadi fokus dalam pelaksanaan Komsos kali ini. Pertama, mempererat tali silaturahmi antara aparat kewilayahan dengan warga desa. Hubungan yang harmonis diharapkan dapat memudahkan koordinasi jika terjadi keadaan darurat. Kedua, melakukan monitoring kondisi wilayah secara langsung. Serda Wawan memantau tingkat kekeringan lahan, kondisi vegetasi yang mudah terbakar, serta kesiapan sarana prasarana pemadam kebakaran sederhana di tingkat dusun.
Poin ketiga, dan yang paling krusial, adalah pemberian himbauan tegas terkait larangan menyalakan api sembarangan. Serda Wawan menekankan bahwa kelalaian kecil dapat berakibat fatal. "Kepada seluruh bapak-bapak, ibu-ibu, dan pemuda, saya mohon dengan sangat agar tidak sembarangan menyalakan api. Baik itu di pekarangan rumah saat membakar sampah, di area sawah pasca panen, maupun di area hutan atau semak belukar," ujarnya dengan nada serius namun tetap santun.
Ia menjelaskan bahwa angin kencang yang sering terjadi di musim kemarau dapat dengan cepat menyebarkan api dari titik kecil menjadi kobaran besar yang sulit dikendalikan. Asap tebal dari pembakaran juga dapat mengganggu kesehatan pernapasan warga dan pengguna jalan. Oleh karena itu, alternatif pengolahan limbah organik seperti pembuatan kompos sangat disarankan daripada dibakar.
Selama kegiatan berlangsung, suasana terpantau aman, lancar, dan kondusif. Warga Desa Cikawung tampak antusias mendengarkan penjelasan Babinsa. Beberapa warga bahkan bertanya mengenai langkah-langkah pertolongan pertama jika menemukan titik api, yang kemudian dijawab dengan detail oleh Serda Wawan. Respon positif ini menunjukkan bahwa kesadaran masyarakat terhadap bahaya kebakaran mulai tumbuh berkat edukasi yang berkelanjutan.
Tidak ada penolakan atau protes dari masyarakat terhadap imbauan tersebut. Sebaliknya, warga berkomitmen untuk saling mengingatkan antar-tetangga. Jika melihat ada anggota komunitas yang akan membakar lahan, mereka berjanji akan segera melarang dan melaporkan kepada petugas terkait.
Dengan dilaksanakannya Komsos ini, diharapkan angka kejadian kebakaran lahan dan pemukiman di Desa Cikawung dapat ditekan seminimal mungkin. Sinergitas antara Babinsa, perangkat desa, dan warga menjadi kunci utama dalam menjaga ketertiban dan keamanan lingkungan di masa kemarau ini.
Serda Wawan Gunawan juga menginstruksikan kepada para ketua RT/RW untuk terus memantau warganya masing-masing. Laporan rutin mengenai kondisi lapangan akan membantu Koramil 1613/Terisi dalam mengambil langkah antisipatif lebih lanjut jika diperlukan.
Kegiatan ditutup dengan harapan agar seluruh warga Desa Cikawung dapat melewati musim kemarau tahun ini dengan selamat, tanpa gangguan bencana kebakaran, dan tetap menjaga kerukunan serta keamanan wilayah bersama-sama.
