Koramil 1615/Haurgeulis Lanjutkan Pemantauan Harga Sembako, Daging Ayam dan Gula Melonjak Namun Bawang Merah Kembali Terjangkau
September 17, 2026
INDRAMAYU – Menjaga stabilitas harga bahan pokok menjadi prioritas utama dalam upaya pengendalian inflasi dan perlindungan daya beli masyarakat. Menyikapi hal tersebut, Anggota Koramil 1615/Haurgeulis, Serda Hadi, kembali melaksanakan kegiatan pemantauan harga sembako di wilayah binaannya. Pada Kamis (17/9/2026) pukul 08.30 WIB, Serda Hadi turun langsung ke sejumlah toko dan kios sembako di Desa Haurgeulis, Kecamatan Haurgeulis, untuk mengecek harga terkini sepuluh komoditas strategis.
Hasil pantauan menunjukkan adanya pergerakan harga pada beberapa komoditas utama dibandingkan dengan hari sebelumnya. Sementara sebagian besar barang kebutuhan pokok seperti beras medium, minyak goreng, jagung, kedelai lokal, bawang putih, dan daging sapi terpantau stabil, tiga komoditas lainnya mengalami kenaikan harga. Harga gula pasir yang sebelumnya berada di level Rp17.000 per kilogram kini naik tipis menjadi Rp17.500 per kilogram. Kenaikan juga terjadi pada telur ayam dan daging ayam potong. Telur ayam kini dijual seharga Rp32.000 per kilogram (mengalami kenaikan dari periode sebelumnya), sementara daging ayam melonjak dari Rp37.000 menjadi Rp40.000 per kilogram.
Di sisi lain, kabar baik datang dari komoditas bawang merah. Harga bawang merah yang sebelumnya cukup tinggi di angka Rp35.000 per kilogram, kini berhasil turun signifikan menjadi Rp30.000 per kilogram. Penurunan ini tentu menjadi angin segar bagi ibu rumah tangga dan pelaku usaha kuliner di Haurgeulis. Sementara itu, harga beras medium tetap konsisten di Rp13.000 per kilogram, minyak goreng Rp17.000 per liter, jagung Rp13.000 per kilogram, kedelai lokal Rp10.000 per kilogram, bawang putih Rp40.000 per kilogram, dan daging sapi stabil di Rp140.000 per kilogram.
Serda Hadi menjelaskan bahwa tujuan utama dari kegiatan pemantauan ini adalah lima poin strategis: mengawasi kestabilan harga bahan pokok, mencegah praktik penimbunan dan spekulasi harga oleh oknum tidak bertanggung jawab, melindungi konsumen dari penetapan harga yang tidak wajar, mendukung kebijakan stabilisasi harga pemerintah, serta meningkatkan transparansi dan akuntabilitas pasar. "Dengan adanya patroli harga ini, kami berharap para pedagang tidak berani menaikkan harga secara sepihak tanpa alasan yang jelas," ujarnya.
Kehadiran personel TNI di pasar juga memberikan efek psikologis positif bagi para pedagang dan pembeli. Mereka merasa diawasi dan dilindungi, sehingga transaksi jual beli dapat berlangsung dengan adil. Jika ditemukan adanya indikasi pelanggaran, seperti penimbunan stok atau markup harga yang ekstrem, pihak Koramil akan berkoordinasi dengan Dinas Perdagangan dan Satgas Pangan untuk mengambil tindakan tegas.
Selama kegiatan pemantauan berlangsung, situasi di area pasar dan toko-toko sembako di Kecamatan Haurgeulis terpantau aman dan kondusif. Tidak ada gejolak atau protes dari masyarakat terkait harga yang berlaku saat ini. Masyarakat diharapkan untuk tetap bijak dalam berbelanja dan melaporkan jika menemukan praktik perdagangan yang curang.
Koramil 1615/Haurgeulis berkomitmen untuk terus melakukan monitoring harga secara berkala, terutama menjelang hari-hari besar keagamaan atau momen tertentu yang biasanya memicu lonjakan permintaan. Sinergi antara TNI, pemerintah daerah, dan pelaku pasar ini diharapkan dapat menjaga stabilitas ekonomi mikro di wilayah Haurgeulis, sehingga kesejahteraan masyarakat dapat terus terjaga.
