Sertu Carli Koramil 1613/Terisi Dampingi Petani Bersihkan Gulma 'Kudi' di Lahan Padi Inpari 32 Desa Manggungan
September 17, 2026
INDRAMAYU – Keberhasilan panen padi tidak hanya ditentukan oleh kualitas benih dan pemupukan, tetapi juga oleh intensitas perawatan terhadap gangguan gulma. Menyadari hal tersebut, Sertu Carli, anggota Koramil 1613/Terisi, kembali turun ke sawah untuk melaksanakan kegiatan pendampingan pertanian. Pada Kamis (17/9/2026) mulai pukul 09.30 WIB hingga selesai, Babinsa ini membantu Bapak Tosim, seorang petani di Desa Manggungan, Kecamatan Terisi, dalam membersihkan rumput kudi (Fimbristylis littoralis) yang tumbuh di sela-sela tanaman padi varietas Inpari 32.
Kegiatan ini berlokasi di Blok Kemisan, Desa Manggungan, yang merupakan bagian dari area persawahan produktif di Kecamatan Terisi. Rumput kudi dikenal sebagai salah satu gulma berbahaya bagi tanaman padi karena memiliki sistem perakaran yang kuat dan kemampuan reproduksi yang cepat melalui biji. Jika tidak segera dibersihkan, gulma ini akan bersaing dengan tanaman padi dalam menyerap unsur hara, air, dan sinar matahari, yang pada akhirnya dapat menurunkan produktivitas gabah secara signifikan.
Sertu Carli melakukan pembersihan secara manual bersama Bapak Tosim. Metode pencabutan atau pengorekan gulma ini dipilih untuk menghindari kerusakan pada akar padi yang masih dalam fase pertumbuhan vegetatif menuju generatif. "Pembersihan gulma seperti rumput kudi harus dilakukan secara teliti. Kami tidak menggunakan herbisida kimia berlebihan agar kualitas tanah dan air tetap terjaga," ujar Sertu Carli sembari bekerja di tengah terik matahari.
Varietas Inpari 32 yang ditanam oleh Bapak Tosim merupakan varietas unggul yang tahan terhadap beberapa jenis hama, namun tetap memerlukan pengelolaan agronomi yang baik, termasuk pengendalian gulma. Dengan adanya pendampingan langsung dari Babinsa, petani merasa lebih termotivasi dan terbantu dalam menyelesaikan pekerjaan lapangan yang cukup berat ini.
Selain membantu secara fisik, Sertu Carli juga memberikan edukasi singkat mengenai pentingnya menjaga kebersihan pematang dan saluran irigasi dari gulma untuk mencegah menjadi sarang hama tikus atau wereng. Sinergi antara TNI dan petani ini merupakan wujud nyata dari program Ketahanan Pangan Nasional, di mana TNI AD berperan aktif dalam mendukung upaya peningkatan produksi pangan di tingkat grassroots.
Selama kegiatan berlangsung, situasi di area persawahan Blok Kemisan terpantau aman, kondusif, dan lancar. Tidak ada gangguan keamanan maupun konflik antarwarga. Kehadiran Babinsa di tengah-tengah petani semakin mempererat hubungan kemanusiaan (Bhakti TNI) dan memperkuat kepercayaan masyarakat terhadap institusi militer sebagai mitra pembangunan.
Dengan perawatan yang intensif seperti pembersihan gulma ini, diharapkan tanaman padi milik Bapak Tosim dan petani lainnya di Desa Manggungan dapat tumbuh optimal dan menghasilkan panen yang melimpah pada Musim Tanam (MT) II Tahun 2026 mendatang. Koramil 1613/Terisi berkomitmen untuk terus mendampingi petani hingga masa panen tiba.
