Pelda H. Suganda Bongkar Fakta Harga Sembako di Pasar Terisi, Warga Karangasem Mulai Cemas Kenaikan Diam-Diam
INDRAMAYU — Pergerakan harga kebutuhan pokok di wilayah Kabupaten Indramayu kembali menjadi sorotan. Sabtu pagi (09/05/2026), anggota Koramil 1613/Terisi, Pelda H. Suganda, turun langsung ke Pasar Terisi di Desa Karangasem, Kecamatan Terisi, untuk melakukan monitoring dan pengecekan harga sembako. Hasilnya cukup mengejutkan. Sejumlah komoditas penting terpantau masih berada di level tinggi dan membuat masyarakat mulai waswas terhadap kondisi ekonomi rumah tangga.
Kegiatan monitoring yang dimulai sejak pukul 08.00 WIB itu dilakukan sebagai bentuk kepedulian aparat teritorial terhadap kondisi pasar tradisional sekaligus memastikan kebutuhan pokok masyarakat tetap tersedia. Di tengah aktivitas jual beli yang ramai sejak pagi hari, Pelda H. Suganda terlihat berdialog dengan pedagang serta mengecek harga secara langsung di lapangan.
Dari hasil pengecekan tersebut, harga bawang merah menjadi salah satu komoditas yang paling menyita perhatian. Saat ini bawang merah dijual mencapai Rp44 ribu per kilogram, sementara bawang putih berada di angka Rp40 ribu per kilogram. Kondisi itu dinilai cukup memberatkan masyarakat, khususnya para ibu rumah tangga yang setiap hari bergantung pada kebutuhan dapur.
Tak hanya itu, harga gula pasir juga masih bertahan tinggi di angka Rp17 ribu per kilogram. Minyak goreng dijual Rp17 ribu per kilogram, sedangkan kacang kedelai mencapai Rp19 ribu per kilogram. Beberapa warga mengaku mulai mengurangi jumlah pembelian karena harga bahan pokok yang belum stabil.
“Kami berharap harga bisa kembali normal. Kalau semua naik, belanja harian jadi terasa berat,” ungkap salah seorang pengunjung pasar.
Sementara itu, harga telur ayam tercatat berada di angka Rp30 ribu per kilogram. Daging ayam dijual Rp38 ribu per kilogram dan daging sapi masih bertahan tinggi di angka Rp130 ribu per kilogram. Untuk komoditas beras, harga masih berada di kisaran Rp13 ribu per kilogram, sedangkan jagung dijual Rp10 ribu per kilogram.
Menurut sejumlah pedagang, kondisi harga saat ini dipengaruhi oleh pasokan barang dari distributor yang belum sepenuhnya stabil. Biaya distribusi dan permintaan pasar yang meningkat disebut menjadi salah satu faktor utama penyebab harga sulit turun.
“Barang dari pemasok memang sudah mahal, jadi kami mengikuti harga yang ada,” ujar seorang pedagang sembako di Pasar Terisi.
Pelda H. Suganda menjelaskan bahwa monitoring harga sembako merupakan kegiatan rutin yang dilakukan untuk mengetahui perkembangan situasi ekonomi masyarakat di wilayah binaan. Selain menjaga keamanan dan ketertiban, Babinsa juga memiliki tanggung jawab sosial untuk memantau kondisi yang berhubungan langsung dengan kebutuhan rakyat.
“Kegiatan monitoring ini bertujuan untuk mengetahui perkembangan harga kebutuhan pokok di pasar tradisional sekaligus memastikan stok barang masih tersedia dan aktivitas masyarakat berjalan aman,” jelasnya.
Ia juga memastikan bahwa selama kegiatan monitoring berlangsung, situasi di Pasar Terisi dalam keadaan aman dan kondusif. Aktivitas perdagangan berjalan lancar tanpa adanya gangguan berarti.
Kehadiran aparat TNI di tengah masyarakat pun mendapat sambutan positif dari warga dan pedagang. Banyak yang menilai langkah tersebut menunjukkan bahwa aparat tidak hanya fokus pada keamanan wilayah, tetapi juga peduli terhadap persoalan ekonomi yang sedang dihadapi masyarakat kecil.
Fenomena naiknya sejumlah harga kebutuhan pokok kini menjadi perhatian serius di berbagai daerah, termasuk di Kabupaten Indramayu. Masyarakat berharap pemerintah dapat segera mengambil langkah konkret untuk menjaga kestabilan harga dan memastikan pasokan bahan pokok tetap aman.
Jika kondisi ini terus berlangsung, warga khawatir daya beli masyarakat akan semakin menurun. Terlebih kebutuhan pokok merupakan barang utama yang tidak bisa dipisahkan dari kehidupan sehari-hari.
Monitoring yang dilakukan Pelda H. Suganda di Pasar Terisi menjadi bukti nyata bahwa gejolak harga sembako masih terus dipantau secara serius. Warga kini berharap kondisi pasar segera kembali stabil agar kebutuhan hidup sehari-hari tidak semakin membebani ekonomi keluarga.
