HEADLINE
Mode Gelap
Artikel teks besar

Serka F. Apik Monitoring Harga Sembako di Pasar Terisi, Harga Bawang dan Daging Masih Tinggi


INDRAMAYU – Anggota Koramil 1613/Terisi, Kodim 0616/Indramayu, Serka F. Apik melaksanakan kegiatan monitoring dan pengecekan harga kebutuhan pokok masyarakat di Pasar Terisi, Kecamatan Terisi, Kabupaten Indramayu, Kamis (7/5/2026).

Kegiatan yang dimulai sejak pukul 08.00 WIB tersebut dilakukan sebagai upaya memantau perkembangan harga sembako sekaligus memastikan kondisi pasar tetap aman dan kondusif. Monitoring rutin juga menjadi bagian dari pembinaan teritorial yang dilakukan aparat kewilayahan untuk mengetahui situasi ekonomi masyarakat secara langsung.

Dalam kegiatan itu, Serka F. Apik mendata sejumlah harga kebutuhan pokok yang dijual para pedagang di Pasar Terisi. Hasil pengecekan menunjukkan beberapa komoditas masih berada pada harga relatif tinggi, terutama bawang merah, bawang putih, dan daging sapi.

Harga beras tercatat berada di angka Rp13.000 per kilogram. Sementara minyak goreng dijual Rp16.000 per kilogram dan telur ayam Rp28.000 per kilogram.

Untuk komoditas jagung, harga saat ini berada di angka Rp10.000 per kilogram. Sedangkan gula pasir dijual Rp17.000 per kilogram dan kacang kedelai Rp19.000 per kilogram.

Kenaikan harga masih terlihat pada kelompok bumbu dapur. Bawang merah tercatat mencapai Rp44.000 per kilogram, sementara bawang putih berada di angka Rp40.000 per kilogram.

Adapun harga daging ayam berada di kisaran Rp40.000 per kilogram dan daging sapi dijual Rp135.000 per kilogram.

Serka F. Apik mengatakan, kegiatan monitoring harga kebutuhan pokok dilakukan secara berkala guna mengetahui perkembangan harga di tingkat pasar tradisional serta mengantisipasi potensi lonjakan harga yang dapat memengaruhi daya beli masyarakat.

“Kegiatan ini merupakan bagian dari tugas Babinsa dalam memonitor kondisi wilayah, termasuk perkembangan harga sembako di pasar tradisional,” ujarnya.

Menurutnya, secara umum stok kebutuhan pokok di Pasar Terisi masih tersedia dan aktivitas perdagangan berjalan normal. Para pedagang maupun pembeli tetap beraktivitas seperti biasa tanpa adanya kendala berarti.

Ia juga menegaskan bahwa aparat kewilayahan akan terus melakukan pemantauan bersama pihak terkait guna memastikan stabilitas harga dan ketersediaan bahan pokok bagi masyarakat.

“Kami terus berkoordinasi dengan pedagang serta unsur terkait untuk memantau perkembangan harga dan memastikan distribusi kebutuhan pokok berjalan lancar,” katanya.

Para pedagang di Pasar Terisi menyebutkan bahwa fluktuasi harga sejumlah komoditas dipengaruhi faktor distribusi dan pasokan barang dari daerah pemasok. Meski beberapa harga mengalami kenaikan, kondisi pasar masih terpantau stabil.

Salah seorang pedagang mengungkapkan bahwa kebutuhan masyarakat terhadap bahan pokok tetap tinggi sehingga aktivitas jual beli masih berlangsung ramai, terutama pada komoditas pangan utama seperti beras, minyak goreng, dan telur ayam.

“Kenaikan paling terasa di bawang dan daging, tapi pembeli masih tetap ada meskipun sekarang lebih selektif saat belanja,” ujarnya.

Kehadiran Babinsa dalam kegiatan monitoring pasar juga mendapat apresiasi dari masyarakat karena dianggap mampu memberikan rasa aman sekaligus perhatian terhadap kondisi ekonomi warga.

Selain menjaga stabilitas wilayah, aparat TNI melalui Babinsa juga memiliki peran penting dalam memonitor perkembangan sosial dan ekonomi masyarakat di wilayah binaan. Dengan adanya pemantauan rutin, kondisi harga kebutuhan pokok dapat diketahui lebih cepat sehingga langkah antisipasi dapat segera dilakukan apabila terjadi lonjakan harga yang signifikan.

Selama kegiatan monitoring berlangsung, situasi di Pasar Terisi terpantau aman, tertib, dan lancar hingga kegiatan selesai dilaksanakan.

Posting Komentar