Atasi Keluhan Petani Anjatan, Sertu Nur Amin Hadiri Rakor Strategis: Normalisasi Irigasi dan Pompanisasi Jadi Solusi Utama
Juli 21, 2026
INDRAMAYU – Aula Buyut Milah di Kecamatan Anjatan, Kabupaten Indramayu, menjadi pusat perhatian para pemangku kepentingan sektor pertanian pada Selasa (21/7/2026). Sejak pukul 09.30 WIB hingga selesai, sebuah Rapat Koordinasi (Rakor) tingkat kecamatan digelar untuk menampung dan mencari solusi atas sejumlah tuntutan mendesak dari masyarakat petani setempat. Hadir dalam pertemuan strategis ini adalah Sertu Nur Amin, perwakilan Danramil 1614/Anjatan, yang bersama Camat Anjatan Bapak Rory Firmansyah, Kapolsek Anjatan AKP Rasita, serta jajaran terkait lainnya, berkomitmen memastikan ketahanan pangan wilayah tetap terjaga melalui perbaikan infrastruktur pengairan.
Rakor ini dilatarbelakangi oleh dua permohonan utama yang disampaikan oleh para Kepala Desa se-Kecamatan Anjatan. Pertama, adanya desakan untuk penambahan debit air melalui koordinasi intensif dengan petugas Perum Jasa Tirta (PJT) Jatiluhur. Kedua, permintaan serius untuk segera dilakukan normalisasi saluran irigasi yang selama ini mengalami pendangkalan dan hambatan aliran. Para petani, yang diwakili oleh Ketua KTNA Anjatan Bapak Rusgani dan para Kuwu, menyampaikan bahwa kondisi saat ini sangat mempengaruhi produktivitas lahan dan kenyamanan masa tanam.
Menanggapi aspirasi tersebut, Camat Anjatan, Bapak Rory Firmansyah, menyampaikan beberapa langkah konkret sebagai hasil kesepakatan rakor. Pihaknya akan segera berkoordinasi dengan Tim Supervisor Pengairan yang mencakup wilayah Anjatan, Bugis, Sukra, dan Gabus. Ada tiga poin solusi utama yang akan dieksekusi:
1. Normalisasi Irigasi: Pembersihan dan perbaikan fisik saluran air untuk memperlancar distribusi.
2. Sistem Pompanisasi: Penggunaan pompa air sebagai alternatif atau pendukung untuk memastikan air dapat mencapai lahan-lahan yang lebih tinggi atau jauh dari sumber utama.
3. Penjadwalan Tanam Terpadu: Untuk tahun depan, akan diterapkan sistem pengolahan lahan yang tidak serentak antar-kecamatan. Hal ini bertujuan agar beban kebutuhan air dapat terdistribusi secara merata dan tidak terjadi puncak permintaan yang melebihi kapasitas suplai dalam waktu yang sama.
Kehadiran Sertu Nur Amin sebagai wakil TNI dalam rakor ini menegaskan peran Koramil 1614/Anjatan dalam pembinaan potensi wilayah. Selain menjaga keamanan, TNI juga aktif terlibat dalam menyelesaikan masalah-masalah strategis yang berdampak langsung pada kesejahteraan rakyat, khususnya di sektor agraria. Sinergi antara Muspika (Camat, Kapolsek, Danramil), UPTD Pertanian yang diwakili Bapak Heryanto, serta tim teknis pengairan menciptakan suasana diskusi yang produktif dan solutif.
Selama kegiatan berlangsung, situasi terpantau aman, kondusif, dan penuh rasa kebersamaan. Para peserta rakor menunjukkan kesadaran tinggi akan pentingnya kolaborasi untuk mengatasi tantangan pertanian di musim tanam ini. Dengan adanya kejelasan arah kebijakan berupa normalisasi dan pompanisasi, harapan para petani Anjatan untuk mendapatkan pasokan air yang memadai mulai terlihat titik terangnya.
Keberhasilan rakor ini menjadi modal penting bagi kelancaran Masa Tanam berikutnya di Kecamatan Anjatan. Langkah-langkah teknis yang disepakati hari ini diharapkan dapat segera direalisasikan di lapangan, sehingga para petani dapat menggarap lahannya dengan tenang dan optimal. Ini adalah bukti nyata bahwa ketika pemerintah, aparat keamanan, dan masyarakat duduk bersama, solusi terbaik untuk kedaulatan pangan lokal dapat ditemukan.
