Bank Mega Syariah Catat Lonjakan Dramatis Pembiayaan Emas 1.715%,
Juli 20, 2026
JAKARTA – PT Bank Mega Syariah mencatatkan kinerja gemilang pada paruh pertama tahun 2026, khususnya di segmen pembiayaan konsumer atau kredit individu. Hingga Juni 2026, portofolio pembiayaan segmen ini tumbuh signifikan sebesar 17,7 persen secara tahunan (year on year/yoy), mencapai nilai Rp601 miliar. Pencapaian ini tidak lepas dari lonjakan luar biasa pada produk pembiayaan emas yang menjadi motor penggerak utama pertumbuhan tersebut.
Data internal perseroan menunjukkan bahwa per Juni 2026, portofolio pembiayaan emas telah mencapai Rp42,6 miliar. Angka ini merupakan peningkatan yang sangat mencolok, yakni sebesar 1.715 persen dibandingkan dengan posisi akhir tahun 2025. Dalam periode enam bulan terakhir, tepatnya dari Desember 2025 hingga Juni 2026, total realisasi pembiayaan logam mulia melalui skema ini mencapai 22,3 kilogram. Fenomena ini mengindikasikan tingginya minat masyarakat terhadap instrumen investasi syariah yang dianggap aman dan bernilai stabil di tengah ketidakpastian ekonomi global.
Benadicto Alvonzo Ferary, Digital Business & Product Management Division Head Bank Mega Syariah, menyatakan bahwa segmen konsumer merupakan area strategis yang terus diperkuat oleh bank. "Pertumbuhan portofolio hingga Juni 2026 menunjukkan bahwa produk pembiayaan Bank Mega Syariah semakin diterima masyarakat," ujarnya dalam keterangan resmi di Jakarta, Senin (20/7/2026). Ia menilai, tren positif ini mencerminkan meningkatnya kebutuhan masyarakat akan solusi pembiayaan syariah yang mudah diakses, relevan, dan sesuai dengan prinsip keuangan mereka.
Melihat potensi besar yang masih terbuka, Bank Mega Syariah berkomitmen untuk terus mendorong pertumbuhan pembiayaan konsumer hingga akhir tahun 2026. Strategi yang akan dijalankan meliputi optimalisasi produk unggulan, penguatan kanal digital, serta perluasan akuisisi nasabah berbasis komunitas dan ekosistem. Benadicto menekankan bahwa fokus utama akan diberikan pada produk-produk dengan permintaan tinggi, seperti pembiayaan emas, pembiayaan tanpa agunan, dan pembiayaan haji khusus.
"Strategi kami hingga akhir tahun akan difokuskan pada penguatan produk dengan permintaan yang terus tumbuh," tambah Benadicto. Selain itu, perseroan juga akan memperkuat sinergi dengan jaringan cabang untuk meningkatkan kualitas proses akuisisi nasabah. Optimasi kanal digital juga menjadi prioritas agar layanan pembiayaan dapat dinikmati dengan lebih cepat, mudah, dan personal sesuai kebutuhan masing-masing nasabah.
Meski agresif dalam ekspansi bisnis, Bank Mega Syariah menegaskan komitmennya terhadap prinsip kehati-hatian (prudent). Perseroan menyadari bahwa pertumbuhan yang sehat harus diimbangi dengan pengelolaan risiko yang ketat. Oleh karena itu, bank terus memperkuat proses pemantauan portofolio, pengelolaan kualitas pembiayaan, serta strategi penagihan (collection) yang efektif.
"Pertumbuhan pembiayaan harus tetap diimbangi dengan pengelolaan risiko yang baik. Karena itu, kami akan terus menjaga kualitas portofolio melalui pemantauan yang lebih disiplin, perbaikan proses, dan peningkatan kualitas layanan kepada nasabah," tutup Benadicto. Langkah ini bertujuan memastikan bahwa ekspansi bisnis konsumer dapat berjalan secara berkelanjutan tanpa mengorbankan kesehatan finansial bank maupun kesejahteraan nasabah.
